Johan, lelaki seperempat abad yang sedang menganggur. Johan tidak dengan suka rela menganggur, memang johan sedang tidak beruntung. Mungkinkah karena keterlambatannya dalam kuliah? bisa jadi, tapi untunglah johan tetap optimis dengan kemampuannya. Johan juga yakin bahwa suatu saat, dia akan bekerja di kantor, layaknya pekerjaan yang di idamkan kebanyakan orang.
Akhir minggu lalu, aku ketemu Johan, ya, Johan bukan orang asing bagi-ku. Saat aku ga ada uang, Johan dengan suka rela mentraktirku, bukan untuk hitungan sekali ato dua kali, bisa jadi sampe seminggu. Sungguh aku berhutang budi padaJohan, sehingga seolah, tanpa Johan aku tidak akan pernah bisa lulus kuliah. Walaupun saat ini aku juga sedang menganggur, setidaknya aku punya pekerjaan sampingan, memberikan les private kepada anak SD. Jadi, pada dasarnya aku dan Johan tidak jauh beda.
Dulu kami sempat satu kos, tapi karena uang kos naek, dan kebetulan Johan kedatangan sepupunya, Adi, akhirnya mereka pun kontrak bersama. Johan kontrak beberapa saat setelah aku keluar dari tempat kos.
Tidak sengaja aku ketemu Johan di tempat kami biasanya ngopi, dan kamipun mulai ngobrol serius. Tanpa basa-basi, Johan sekali ketemu, bisa langsung meluapkan amarahnya, tentang semua orang yang ada di sekitarnya. Yup, tipikal Johan memang orang yang terlalu jujur, bahkan cenderung ga bisa berbohong. Tapi kayaknya hanya untuk beberapa orang saja Johan berpendpat, karena Johan lebih suka diam pada orang yang baru dikenalnya.
regards.
tolahtoleh