berikut pengalaman yang pernah kualami, anggap saja begitu. pengalaman ini bisa berupa fantasi, atau cuma khayalan belaka. Tapi apapun itu, bisa terjadi, walaupun hanya sekedar dalam imajinasi, fantasi, khayalan atau apalah. At least, it happen.!! got it?
Jika anda dihadapkan pada sebuah pilihan apa yang akan anda lakukan? bagi beberapa orang, mungkin sulit untuk memilih, tapi kita tetap harus emilih. Terlepas itu kita tidak memilih salah satu diantaranya bukan? yang jelas, tidak memilih-pun juga sebuah pilihan.
Ada dua macam pekerjaan yang ditawarkan padaku. Tanpa menyebut pekerjaan apa itu, setidaknya itu sangat menarik bagiku. Itu saja, yang perlu diketahui. Dan selanjutnya, coba tempatkan diri anda pada situasi dimana saya berada. Kedua pekerjaan ini boleh dibilang ditawarkan secara unoficial, dalam artian, tidak dalam keadaan saya melamar pekerjaan itu. Keduanya mempunyai prospek yang jelas, dan tentunya, bagi sebagian orang bisa jadi itu merupakan strata atau kelas sosial tersendiri (dengan mempunyai pekerjaan tersebut). Kita tidak emmbahas Domain tersebut, back to topik.
Pekerjaan pertama, sebagai seorang manajer. Wow, menarik bukan, pekerjaan ini bisa jadi pekerjaan tetap yang menyenangkan. Jika itu manajer apa lagi yang dipikirkan? oh tidak, bukan ke-manajerannya atau gaji-nya yang jadi masalah. Yang jelas, ini hanya test-case.
Karena bersifat unoficial, maka tawaran pekerjaan ini-pun dilangsungkan dengan wawancara, dan waancara ini, nampaknya cukup sulit. Bukan materi pertanyaannya yang membuatku kesulitan, tapi banyaknya waktu yang harus diluangkan untuk memberikan responsi terhadap pertanyaan tersebut. Pertanyaan bisa kondisional, dimana setiap saat, aku/saya bisa ditanya atau diwawancara. Bisa jadi, kesannya kok malah seperti konsultan. nah itu yang aneh khan? kerja aja belum tapi kok ditanya-tnya mengenai kebijakan dan lainnya. Kemudian muncul kesan bahwasanya wawancara ini tidak terjadi pada diri saya sendiri, tapi kelihatannya bersifat kolektif. Apa lacur, namanya juga semacam penyaringan, karena sifatnya unofisial, maka peserta pun tidak jelas.
Kalo peserta tidak jelas, jangan-jangan perusahan tersebut tidak jelas juga?
Bukan begitu, perusahaan yang pertama adalah perusahaan yang di kendalikan/dimiliki oleh orang keturunan. Yang saya maksudkan keturunan adalah, Ibu-nya cina, bapaknya jawa, maaf bukan bersifat rasis. Backgroud ekonominya kuat, nmempunyai Organizational-behaviour yang kuat juga, jika di tinjau dari segi maturitas/kedewasaan dalam daur hidup sebuah perusahaan, perusahaan yang pertama ini cukup mapan dan dewasa. Mengenai kedewasaan dan Teori Organisasi bisa di cari literaturnya di internetl.
Jika di tinjau dari segi brand, atau merek, perusahaan yg pertama nampaknya menarik, dan tidakpernah berurusan dengan pihak berwajib/publik